MTsN 7 Aceh Tengah Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Tanamkan Akhlak di Era Digital

MTsN 7 Aceh Tengah Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Tanamkan Akhlak di Era Digital

Jagong Jeget, 25 September 2026 — MTsN 7 Aceh Tengah melaksanakan kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Jumat, 25 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas IX-2 dan IX-3 tersebut diikuti sekitar 250 peserta, terdiri atas guru, staf pegawai, dan siswa MTsN 7 Aceh Tengah.


Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini mengangkat tema “Menjadi Pelajar Cerdas dan Berakhlakul Karimah di Era Digital Berdasarkan Sunnah Rasul.” Tema tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah untuk menanamkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW kepada peserta didik di tengah perkembangan teknologi dan media digital yang semakin pesat.


Kegiatan turut dihadiri oleh Reje Kampung Jeget Ayu, Sugiyani, serta Ketua Komite MTsN 7 Aceh Tengah, Ali Daroji, yang didampingi oleh sejumlah anggota komite lainnya.


Rangkaian acara dipandu oleh dua pengurus OSIM, yaitu Tamitha Azzahwa Gemasih dan Dhea Charyssa, yang bertugas sebagai pembawa acara (MC).


Dimeriahkan Hadrah, Tilawah, Drama, dan Shalawat Badar


Peringatan Maulid diawali dengan rangkaian penampilan siswa. Suasana kegiatan semakin semarak dengan penampilan hadrah yang dibawakan oleh siswa MTsN 7 Aceh Tengah.


Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Rismawati. Lantunan ayat suci tersebut menjadi pembuka yang memberikan suasana religius dan khidmat dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.


Selain itu, para siswa juga menampilkan drama yang menjadi salah satu bentuk kreativitas siswa dalam menyampaikan pesan-pesan keislaman. Rangkaian penampilan kemudian dilengkapi dengan Shalawat Badar yang diikuti dengan penuh antusias oleh peserta kegiatan.


Setelah rangkaian penampilan, acara dilanjutkan dengan kata sambutan Kepala MTsN 7 Aceh Tengah, Ramadhan, S.Ag., M.Pd. Dalam sambutannya, kepala madrasah mengajak seluruh warga madrasah menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah sekaligus menerapkan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.


Selanjutnya, Ketua Panitia, Balqis Nazwa Alya, menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan. Dalam laporannya disampaikan bahwa kegiatan diikuti sekitar 250 peserta yang terdiri atas guru, staf pegawai, dan siswa MTsN 7 Aceh Tengah.


Mengenang Kelahiran Rasulullah SAW


Memasuki acara inti, Tengku Masykur menyampaikan ceramah dengan tema “Menjadi Pelajar Cerdas dan Berakhlakul Karimah di Era Digital Berdasarkan Sunnah Rasul.”


Mengawali ceramah, Tengku Masykur mengajak seluruh peserta mengenang kembali peristiwa kelahiran Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW lahir di Kota Makkah pada Tahun Gajah, dari pasangan Abdullah bin Abdul Muthalib dan Aminah binti Wahab.


Kelahiran Nabi Muhammad SAW menjadi peristiwa penting dalam sejarah umat manusia. Rasulullah SAW kemudian diutus Allah SWT untuk menyampaikan risalah Islam dan menjadi teladan bagi umat manusia.


Tengku Masykur menyampaikan bahwa memperingati Maulid Nabi tidak cukup hanya dengan mengingat sejarah kelahiran Rasulullah SAW. Lebih jauh, peringatan tersebut harus menjadi momentum untuk mengenal kepribadian Rasulullah dan meneladani akhlaknya.


Menurutnya, Rasulullah SAW merupakan contoh terbaik dalam hal kejujuran, amanah, kesabaran, kecerdasan, kasih sayang, dan sikap menghargai sesama.


Cerdas Menggunakan Teknologi, Tetap Berpegang pada Akhlak


Mengaitkan sejarah dan keteladanan Rasulullah dengan kehidupan pelajar masa kini, Tengku Masykur kemudian mengajak siswa melihat tantangan kehidupan di era digital.


Teknologi, menurutnya, memberikan banyak manfaat bagi pelajar. Dengan teknologi, siswa dapat memperoleh ilmu pengetahuan, mengembangkan kreativitas, berkomunikasi, dan menghasilkan berbagai karya.


Namun, kemudahan tersebut harus disertai dengan kemampuan memilih dan memilah informasi.


Para siswa diingatkan agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum diketahui kebenarannya, tidak menyebarkan berita bohong, tidak melakukan perundungan melalui media sosial, serta menjaga tutur kata ketika berkomunikasi di ruang digital.


Pesan tersebut kemudian dikaitkan dengan sifat Rasulullah SAW, khususnya **shiddiq, amanah, tabligh, dan fathanah**.


Sifat shiddiq mengajarkan siswa untuk selalu berkata dan bertindak jujur, termasuk ketika menggunakan media sosial. Amanah mengajarkan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi. Tabligh mengajarkan pentingnya menyampaikan sesuatu yang benar dan bermanfaat, sedangkan fathanah mengajarkan agar siswa menggunakan kecerdasan untuk memperoleh ilmu dan menyelesaikan persoalan dengan bijaksana.


Tengku Masykur juga mengingatkan bahwa kecerdasan seorang pelajar tidak hanya diukur dari kemampuan akademiknya.


Pelajar yang cerdas adalah pelajar yang mampu menggunakan pengetahuannya untuk kebaikan, menghormati guru dan orang tua, menjaga persahabatan, serta mampu mengendalikan dirinya ketika berhadapan dengan berbagai pengaruh di dunia digital.


“Jadilah generasi yang cerdas menggunakan teknologi, tetapi jangan sampai teknologi menghilangkan adab dan akhlak,” menjadi salah satu pesan penting dalam ceramah tersebut.


Para siswa juga diajak menjadikan media digital sebagai sarana untuk belajar, berkarya, berdakwah, dan menyebarkan hal-hal positif. Dengan demikian, kemajuan teknologi dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas diri tanpa meninggalkan nilai-nilai agama.


Kuis Berhadiah untuk Siswa


Di penghujung ceramah, Tengku Masykur memberikan kuis kepada para siswa sebagai bentuk interaksi sekaligus untuk mengetahui sejauh mana peserta menyimak materi yang telah disampaikan.


Sejumlah pertanyaan diberikan berkaitan dengan sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW, sifat-sifat Rasulullah, serta pesan tentang menjadi pelajar yang cerdas dan berakhlakul karimah di era digital.


Para siswa terlihat antusias mengangkat tangan dan menjawab pertanyaan. Siswa yang berhasil menjawab dengan benar mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas perhatian dan pemahaman mereka terhadap isi ceramah.


Kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Tengku Masykur. Seluruh peserta mengikuti doa dengan khidmat hingga berakhirnya rangkaian kegiatan.


Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MTsN 7 Aceh Tengah diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan, tetapi menjadi momentum untuk membangun karakter peserta didik yang tidak hanya cerdas dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki akhlak mulia.


Melalui keteladanan Rasulullah SAW, para siswa diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi yang cerdas, santun, bertanggung jawab, bijak dalam menggunakan teknologi, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam di tengah perkembangan era digital.