[PUISI] Duduk Di antara Dua Kopi
Fokus pada gagasan, narasi, dan pesan karya.
Karya ini belum menyertakan gambar utama, sehingga halaman detail diarahkan untuk menonjolkan isi tulisannya secara penuh.
Dulu, pahit melebur dalam cerita
Diaduk rasa dan aroma memikat
Saat fajar telah menyingsing
Menandakan hilir mudik manusia mengaspal di jalanan
Sambil memandang sibuk di tepi Danau Lut Tawar
Dulu, manis tak mampu menahan rasnya pahit
Bercampur rona bebukitan nan indah di puncak Bur Telege
Ketika mentari mulai memucak dan menggagahkan sinar
Saat itulah mereka mulai hanyut dalam kehidupan
Dulu, pahit terasa manis namun manis tetap terasa pahit
Sementara manusia kembali mengaspal dalam redupnya cahaya fajar
Dulu, pahit, manis, asam berada diantara cangkir yang berbeda
Duduk menikmati rembulan ditengah megahnya sang bintang
Deburan ombak menjadi alunan indah
Ketika aku dan dia duduk di antara dua kopi
Kala Temu menjadi saksi.