Berita
Perkuat Digitalisasi dan Kedisiplinan, MTsN 7 Aceh Tengah Matangkan Persiapan Semester Genap T.A 2025/2026
TAKENGON – Mengawali kalender akademik di awal tahun 2026, keluarga besar MTsN 7 Aceh Tengah menggelar rapat koordinasi penting pada Kamis (8/1/2026). Bertempat di Ruang Guru MTsN 7 Aceh Tengah, rapat ini difokuskan pada evaluasi kinerja semester ganjil serta pemantapan pembagian tugas untuk memasuki Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026.
Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah, Ramadhan, S.Ag., M.Pd., dengan dipandu oleh Kepala Urusan (KAUR) Tata Usaha, Darmawan, M.Pd., selaku moderator. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh jajaran dewan guru serta staf pegawai madrasah.
Evaluasi Menyeluruh: Kedisiplinan hingga Digitalisasi
Dalam sesi evaluasi, manajemen madrasah menyoroti tiga poin utama, yaitu tingkat kedisiplinan pegawai, efektivitas program kerja para Wakil Kepala Madrasah (Wakamad), serta sejauh mana digitalisasi pengajaran telah diterapkan di ruang kelas.
Meskipun struktur organisasi dan posisi wali kelas dinyatakan tetap (tidak ada perubahan), evaluasi ini bertujuan untuk menyegarkan kembali komitmen kerja agar kualitas pelayanan pendidikan di semester genap dapat melampaui pencapaian sebelumnya.
Terobosan Baru: Workshop Pengembangan Profesi
Menjawab tantangan pendidikan modern, MTsN 7 Aceh Tengah meluncurkan inovasi program di semester ini. Madrasah merencanakan serangkaian pelatihan dan workshop pengembangan profesi guru, khususnya yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi untuk menciptakan media pembelajaran interaktif serta pendalaman implementasi kurikulum pendidikan terkini.
Pesan dan Arahan Kepala Madrasah
Dalam arahannya, Bapak Ramadhan, S.Ag., M.Pd. menekankan bahwa integritas seorang pendidik diukur dari keseimbangan antara disiplin dan adaptabilitas terhadap teknologi. Beliau menyampaikan pesan yang inspiratif kepada seluruh peserta rapat:
"Kedisiplinan bukanlah sekadar kepatuhan pada jam kerja, melainkan manifestasi dari tanggung jawab kita kepada Tuhan, diri sendiri, dan masa depan siswa. Di era ini, teknologi bukan lagi pilihan, melainkan jembatan. Guru yang berhenti belajar menggunakan teknologi akan kehilangan relevansi di depan siswanya. Mari kita jadikan semester genap ini sebagai momentum untuk bertransformasi, dari sekadar mengajar menjadi menginspirasi melalui inovasi digital."
Harapan Besar di Semester Genap
Rapat koordinasi ini ditutup dengan harapan besar agar seluruh civitas akademika MTsN 7 Aceh Tengah dapat bekerja dengan semangat baru. Dengan tidak adanya perubahan struktur, diharapkan stabilitas internal yang sudah terjaga dapat menjadi fondasi kuat untuk mengakselerasi program-program inovasi yang telah direncanakan.
Pihak madrasah berharap, melalui rencana workshop pengembangan profesi yang akan datang, para guru mampu menghadirkan suasana belajar yang lebih segar, kreatif, dan berbasis teknologi, sehingga prestasi siswa baik di bidang akademik maupun non-akademik dapat terus meningkat di semester genap ini.