Berita
Menyusuri Jejak Lumpur demi Harapan: MTsN 7 Aceh Tengah Salurkan Bantuan Langsung ke Rumah Siswa Korban Banjir Bandang di Gemboyah
LINGE – Di tengah sisa-sisa lumpur dan puing yang menyelimuti Desa Gemboyah, Kecamatan Linge, nampak sekelompok pendidik berjalan kaki menyusuri akses jalan yang sempat terputus. Pada Rabu (7/1/2026), keluarga besar MTsN 7 Aceh Tengah melaksanakan aksi kemanusiaan dengan mendatangi langsung rumah para siswa yang menjadi korban musibah banjir dan tanah longsor.
Kepala Madrasah, Ramadhan, S.Ag., M.Pd., bersama sejumlah dewan guru turun langsung ke lokasi untuk menyerahkan bantuan bagi 6 orang siswa yang terdampak paling parah. Kehadiran pihak madrasah di pintu rumah mereka bukan sekadar urusan administratif, melainkan wujud ikatan batin antara guru dan murid yang telah dianggap sebagai anak sendiri.
Menembus Keterbatasan
Desa Gemboyah menjadi salah satu titik yang mengalami dampak serius. Beberapa rumah siswa dilaporkan mengalami kerusakan, mulai dari kategori rusak ringan hingga rusak berat. Bahkan, akses jalan menuju kediaman mereka sempat terputus hantaman air dan material banjir bandang, sebelum akhirnya berhasil ditimbun kembali secara swadaya agar dapat dilalui masyarakat.
Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako dan alat tulis. Bantuan ini bersumber sepenuhnya dari donasi sukarela dewan guru MTsN 7 Aceh Tengah yang dikumpulkan sebagai bentuk solidaritas atas penderitaan yang dialami anak didik mereka
Pesan Penguatan dan Semangat Bangkit
Di sela-sela penyerahan bantuan di tengah suasana rumah yang masih dalam proses pembersihan, Bapak Ramadhan, S.Ag., M.Pd. menyampaikan kata-kata penguatan yang mendalam:
"Kami datang tidak hanya membawa bantuan fisik, tetapi membawa doa dan semangat. Musibah ini mungkin menghancurkan dinding rumah dan menimbun buku-buku kalian, tetapi tidak boleh sedikit pun mengubur cita-cita kalian. Ujian ini adalah cara Tuhan membentuk mental pejuang. Jangan menyerah pada keadaan; madrasah akan selalu ada di belakang kalian untuk memastikan kalian tetap bisa belajar dan melangkah maju."
Harapan untuk Masa Depan
Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat meringankan sedikit beban ekonomi keluarga yang sedang berfokus pada perbaikan tempat tinggal. Lebih dari itu, bantuan alat tulis yang diberikan diharapkan menjadi simbol bahwa pendidikan tidak boleh terhenti meski dalam keadaan darurat.
Harapan besar tersirat agar para siswa yang terdampak tetap memiliki motivasi untuk kembali ke sekolah saat semester genap dimulai. Pihak madrasah berkomitmen untuk terus memantau kondisi psikologis dan kebutuhan akademik para siswa korban musibah ini, agar mereka tidak merasa sendirian dalam upaya bangkit dari keterpurukan pascabencana.